Selasa, 29 September 2009

surat untuk karib, merlot merah.

SURAT UNTUK MERLOT MERAH

Jadi memilih jadi borju atau melawan? Atau menjadi borju yang melawan? Atau menjadi borju yang melawan dengan menulis? Atau menjadi borju yang melawan dengan tidak menulis lagi? Yang tidak baik adalah tetap yang pertama: menjadi borju; atau borju yang melawan tapi tidak menulis lagi karena sibuk melawan. Yang ingin aku sarankan sebagai bekas borju sekurang-kurangnya adalah menjadi borju yang melawan dengan menulis. Menjadi borju adalah nasib buruk di mata para pelawan. Menjadi pelawan dengan hanya mengandalkan toa dan retorika hanya akan menyisakan nostalgia pada hari tua setelah suara habis.

dari si Merlot Merah

Salam, Merlot Merah. Malam ini, malam yang biasa. Setelah meneguk dua gelas kopi bersama teman teman di kedai pinggir sungai asycheh, tepat di depan benteng hijau yang dingin berdiri. Malam ini, malam yang biasa. Setelah aksi siang tadi, berteriak dengan lantang. menghujat orang orang yang ingin memotong tangan si miskin yang mencuri karena lapar, namun membiarkan si kaya penuh kuasa tertawa dalam penghisapannya terhadap si jelata yang tak berdaya. Hari itu, sebuah kitab peraturan disahkan. Sebuah kitab peraturan yang akan diberi legitimasi oleh ‘cap tuhan’. Namanya kitab qanun jinayah. Setelah berijtihad dengan teman teman, muncul kesimpulan, bahwa tuhan sudah tidak hadir lagi untuk melindungi si lemah, kaum papa. Namun tuhan sudah memihak kepada si zhalim, mereka yang berlindung di balik kekuasaan. Karena termaktub dalam kitab qanun jinayah itu, sebagaimana kitab yang sudah dituliskan dan yang akan dituliskan oleh mereka yang mengaku sebagai perwakilan setiap insan, yang lemah maupun kuat, yang kaya maupun miskin. Merlot, bantah aku jika aku salah, sila baca kitab itu. Tak sanggup kuutarakan seluruh isi kitab di dalam surat ini, sungguh memilukan hati. Merlot, ingat, kecilkan suaramu ketika membaca surat ini, kudengar, dari seorang orator berjanggut yang memimpin 8 orang demonstran pada hari yang sama ketika kami melakukan aksi, bahwa siapa yang mempertanyakan, mendiskusikan, apa lagi menggugat kitab-kitab yang diberi ‘cap tuhan’, maka mereka adalah tergolong manusia-manusia yang durhaka dan nista. Jauh dari dari bau surga. Oleh karena itu, tak bisa kusampaikan isi dari kitab itu dalam surat ini, takut nantinya surat ini dibaca oleh si nomor 8 (orator berjanggut yang memimpin 8 orang demonstran) dan pengikutnya.

Bantah aku jika aku salah Merlot!

Merlot, sudah banyak kitab peraturan yang dikeluarkan, dan akan banyak lagi. Semua di beri ‘cap tuhan’. Kau tahu Merlot, di negeri tempat aku tinggal ini, minuman keras dilarang keras. Ini juga diatur dalam salah satu kitab peraturan yang sudah diberi ‘cap tuhan’. Tetapi tenang saja, Merlot, kalau kau datang ke negeriku, kau akan bisa mendapatkan segala jenis minuman yang kau sukai. Yaa, terlintaslah di kepalamu segala macam merk, rasa dan segala bentuk botol yang terlihat seksi. Seksi? Di negeriku, wanita berpenampilan seksi tidak bisa kau lihat. Tidak ada perempuan yang mengenakan sepatu hak tinggi, rok mini, tank top tali sphageti, dan membiarkan rambut terurai jatuh ke permukaan punggungnya yang mulus. Semua perempuan diharuskan membungkus diri mereka dengan pakaian longgar dan jilbab. Suka atau tidak, ikhlas atau menolak, mereka harus mengenakannya. Bagi mereka yang menolak untuk berpakaian seperti itu, akan berhadapan dengan para

‘polisi tuhan’ the Watcher of Holy god (WH), yang tentunya surat perintah mereka telah diberi ‘cap tuhan’ terlebih dahulu. Mereka akan menangkapi perempuan-perempuan yang mengenakan pakaian yang tidak di‘sukai’ tuhan dan mereka akan mencambuk para peminum khamar di depan khalayak, semuanya mereka lakukan atas dasar ‘cap tuhan’ yang mereka telah terima. Bagi mereka yang tidak bersepakat dengan peraturan yang sudah diberi ‘cap tuhan’ akan menghadapi hukuman yang kejam. Cambuk menanti tubuh para pendosa untuk dicabik dagingnya. Pencuri sepeda akan kehilangan tangannya, peminum khamar akan dicambuk di depan khalayak ramai sampai mereka menangis menyesal untuk dilahirkan di negeri ini, dan perempuan-perempuan yang tak mau mengenakan jilbab harus bersembunyi ketika berjalan di kota atau sekedar berpura ikhlas mengenakan jilbab demi aman dari razia WH.

Merlot, tentu kau akan bertanya, negeri apa tempat aku tinggal ini? Sama sekali tidak mirip dengan tempat dimana kau berasal. Kuberitahu kau sesuatu, negeri ini, negeri dimana aku tinggal, adalah negeri 1001 kepalsuan. Ini adalah negeri dimana kami hanya melihat wajah tuhan yang kita yakini dengan wajah yang bengis. Di sini dimana kami merasa tuhan menatap kami dengan penuh kemurkaan, sampai mengalahkan rahmat-NYA luas. Di negeri ini, Merlot, kami seperti domba-domba galau yang harus dipecut agar tidak tersesat untuk sampai pada padang firdaus yang hijau. Namun Merlot, jangan kau urungkan niatmu untuk mengunjungi negeri ini. Peraturan disini agak longgar bagi mereka yang berbeda kepercayaan dengan kami. Di negeri ini, sedikit banyaknya kami punyai apa negerimu miliki, Merlot. Jika kau berkunjung kemari, akan kuajak kau ke klub-klub tersembunyi, walaupun tidak sensasional seperti di Amerika Latin, tetapi kau bisa lihat gadis gadis ‘lucky’ (lugu-lugu pukimak) negeri kami menggunakan sepatu hak tinggi, rok mini, ber-tank top tali spaghetti, dan punggung mereka yang mulus sudah basah oleh keringat karena tubuh mereka menolak berhenti mengikut alunan music trance dan progresif yang berdendang keras. Menurut rumor yang berkembang, ada seorang gadis lokal yang bernama Angelly yang menjadi buah bibir di seantero negeri ini. Konon, katanya, ia mampu menghipnotis pemuda-pemuda untuk meneteskan liur mereka ketika melihat Angelly menari di lantai dansa. Dan aku akan mengajak kau ke tempat dimana Angelly memberi warna tersendiri di negeri ini. Jangan khawatir Merlot, aku paham, pasti akan hambar jika menikmati liuk tubuh Angelly tanpa menenggak minuman kesukaanmu. Aku mengenal sorang tua tionghoa. Ia tinggal di sudut kota daerah pecinan. Dia sangat terkenal di kalangan penikmat khamar. Karena hampir segala macam jenis minuman dapat ia sediakan, dan dalam jumlah yang kita inginkan. Johnny walker, controu, tequila dan wine. Apa yang kau inginkan Merlot Merah? Ku yakin pak tua itu punya stock yang cukup untuk mengisi lambungmu yang mirip gentong anggur itu.

Merlot, kau tidak perlu risau soal WH. Di negeri ini, cap tuhan tidak berlaku untuk mereka yang berseragam hijau dan memegang senjata. Kuasa mereka di sini kebal, atau cukup menakutkan untuk lebih mampu memberikan bukti apa ganjaran bagi mereka yang melawan. Sederhananya, di negeri kami, kuasa mereka yang berseragam hijau dan memegang senjata lebih mampu menghadirkan neraka langsung ke dalam kehidupan nyata ketimbang tuhan. Merlot, kau mungkin bisa menanamkan sedikit uangmu untuk investasi di negeri ini, mungkin kau bisa membangun sebuah klub malam yang seliar imajinasimu Merlot Merah. Ku tahu kau pecinta klub malam dan segenap kebinalan gelap dalam tudung malam. Kau tidak berjudi dengan investasi macam itu, selain berjudi itu dilarang di negeri kami, aku jamin usahamu itu akan laris manis. Penduduk negeri kami begitu haus hiburan ketimbang haus iman, Merlot. Bukanya kami sudah bosan beriman atau menolak beriman, tetapi segala kitab peraturan yang di beri ‘cap tuhan’ menjelaskan, sepertinya iman hanya milik sekelompok kecil manusia di negeri ini. Yang lainnya, karena tidak beriman, tidak lebih ubahnya kumpulan domba-domba yang butuh gembala, dari mereka yang menerima email tuhan setiap seminggu sekali. Merlot, jika kau benar-benar ingin meneruskan niatmu untuk menancapkan namamu di setiap penjuru dunia, “Night Klub Red Merlot”. Aku yakin, jika kau dirikan klub malam di negeri aku ini, pasti orang akan sesak berkunjung dan ketagihan ingin lagi dan lagi! Bisa mengalahkan popularitas namamu di New York, Berlin, Buenos Aires, dan di berbagai negeri tempat klub malam dan namamu menjadi tersohor. Jangan khawatir soal WH, jangan khawatir soal cap tuhan di negeri kami. Bagi pemodal besar macam kau, kau bisa menyediakan upeti yang cukup membuat mereka yang berseragam hijau dan bersenjata, sumpah setia pada namamu, Merlot Merah. Mereka yang berseragam hijau dan bersenjata bukannya tidak takut terhadap cap tuhan namun mereka memiliki tuhan yang berbeda dengan tuhannya WH atau si nomor 8, tuhan mereka adalah keuangan yang maha esa. Dan kau bisa menyandera tuhan mereka dan menjadikan mereka sebagai pasukan pribadimu. Karena mereka, terkenal sangat loyal pada tuhan mereka, uang. Pasukan baru mu ini akan menjaga pintu palang modalmu dengan setia dan siap mati mempertahankanya. Percayalah.

Merlot, terimakasih atas nasihatmu untuk terus tetap melawan. Tetapi Merlot, terkadang aku berfikir, aku melawan buat siapa? Buat tuhannya WH dan si nomor 8? Kebengisan tuhan mereka sudah cukup menindas kaum lemah dan papa, membuat kuingin melawan tuhan mereka jua! Atau untuk tuhannya mereka yang berseragam hijau dan bersenjata? Tuhan mereka yang ada di kantongku, sudah cukup untuk membelikanku dua gelas kopi dan sebungkus rokok untuk menghangatkan suasana bersama karibku. Ah, aku bingung Merlot! Aku harus berjuang untuk sebuah tuhan. Harus. Karena di dalam hatiku percaya ada tuhan yang yang hadir untuk semua manusia, tuhan untuk semua, dan Tuhan yang ada untuk semua manusia dalam kepalaku itu, sepertinya sudah dikudeta ribuan kali di negeri ini. Secara tak tahu malu dan segan, mereka mengambil paksa ‘cap tuhan’ , entah itu oleh WH, si nomor 8 atau juga mereka yang berseragam loreng hijau dan bersenjata.

Sekian surat dariku Merlot Merah. Aku harus pergi dahulu. Teman-temanku menunggu di kedai kopi. Mungkin malam ini, malam 1001 bulan, aku bisa mendapatkan hidayah dengan berijtihad dengan para karibku, dan menemukan siasah untuk mengkudeta tuhan mereka dan mengembalikan tuhanku pada tempatnya.

Salam hangat, Oryzos.

suatu malam, pada penghujung ramadhan.

Senin, 12 Januari 2009

mari bertahan dan melawan!

saudara saudara ku, tuan-tuan dan nyonya-nyonya, kakak dan adik, abang dan paman, bibi dan keponakan, teman dan sahabat. dan semua yang bergetar melihat penindasan terjadi pada umat islam.

saudara ku, inilah saatnya, dimana kita harus berdiri sedikit lebih tinggi dari mereka, dan berkata "AKU PERCaYA PADA TUHAN, YANG TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN UMATNYA".

inilah saatnya, kita lafazkan kembali dua kalimat syahadat, dengan sungguh sungguh, dan biar kan api yang berkobar kobar itu semakin menyala dan menjilati ambang batas kesabaran kita.

kami memang cinta damai, umat islam memang cinta damai! tetapi kami lebih cinta kepada kemerdekaan! sebagaiman tuhan mengutus muhammad ke dunia untuk memerdekakan umat manusia.

hari ini, mari kita kabar kan tuhan, sebuah kabar gembira! sebuah kabar yang akan menggetarkan singgasan langit dan tiang surga!

BAHWA HARI INI, KAMI BERIKRAR UNTUK BERJUANG SEBISA MUNGKIN, DENGAN SEGALA UPAYA, DAN KEMAMPUAN KAMI, UNTUK MELAWAN SEGALA BENTUK PENINDASAN DAN PENJAJAHAN DALAM BENTUK APA PUN , TERHADAP UMAT ISLAM DAN UMAT MANUSIA SEKALIAN! BAHWA KEADILAN BUKANLAH SEBUAH KADO CANTIK YANG BERIKAN BEGITU SAJA, TETAPI KEADILAN ADALAH SEBUAH MIMPI! MIMPI DI SIANG HARI! SEBUAH MIMPI YANG BISA KTA WUJUDKAN! MIMPI YANG BISA KITA HADIRKAN DALAM KEHIDUPAN NYATA!

dengan segala kerendahan hati kami, dan semua peri pedih yang ada di relung kalbu kami, atas nama derita dan sengsara kami, atas nama janji tuhan yang maha suci, kami menyatakan untuk terus hidup dan bertahan, sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap kekuatan yang ingin menghancurkan kami sebagai sebuah kesatuan keimanan!

"yaaa rabb.... yaa...allah..."

Senin, 05 Januari 2009

SEDIKIT PLEDOI DARI KAMI (MENANGGAPI TENTANG KISRUH MAHASISWA UNSYIAH)

Negara dalam derita. Bangsa dalam Sengsara. Dan negara bangsa kita dalam cengkraman kapitalisme. Sudah menjadi hal yang lumrah bagi rakyat indonesia, protes terhadap setiap kebijakan publik yang dikeluarkan pemerintah yang tidak pro rakyat. Lalau kita kembali bertanya, apa rakyat yang bodoh, atau memang pemerintah sedikitpun tidak berpihak pada kita?

Pada tanggal 17 Desember 2008, UU BHP disahkan oleh DPR, sejak tahun 2005, gelombang penolakan terhadap rancangan UU BHP sudah menggeliat, walau pun masih di tataran kampus dan dalam skala yang kecil. Namun ketika UU BHP disahkan oleh parlemen kita, gelombang penolakan yang biasanya datang dari seminar dan diskusi-diskusi kecil, kini mulai menampakan karakternya yang radikal dan progressif.

Makassar dan Jakarta bergejolak. Mahasiswa turun memobilisasi massa dalam jumlah besar, di jalanan, para intelektual muda ini berhadapan dengan alat represif negara. Polisi. Pemukulan dan penangkapan terjadi. Mahasiswa UI masuk ke ruang rapat DPR ketika para anggota dewan sedang membahas rancangan UU BHP, lalu membuat kegaduhan sehingga rapat ditunda. Gaung perlawanan mahasiswa Jakarta dan Makassar ditangkap sempurna oleh media masa. Dan memberikan dampak yang luas bagi daerah daerah lain, seperti di Aceh dalam hal ini.
Pada tanggal 17 Desember 2008, ketika palu parlemen di jakarta mengesahkan UU BHP, maka sebagain besar mahasiswa di Universitas Syiah Kuala menyatukan komitmen dan sepakat untuk menolak UU BHP. Berdirilah sebuah front bersama yang dimotori oleh semua elemen mahasiswa dan masyarakat, FRONT MAHASISWA ACEH TOLAK BHP.
Diskusi mendalam soal BHP dilakukan secara intens, seiring pembedahan UU BHP secara yuridis juga tetap dilakukan. Pada akhirnya kami samapai pada 2 poin besar, yang pertama transfer pemahaman internal di dalam kampus soal BHP harus lebih massif dan mendalam mengingat mahasiswa Aceh hari ini belum sepenuhnya paham, malapetaka yang akan mereka hadapi. Yang kedua, harus ada upaya advokasi secara legal untuk melawan UU BHP yang zhalim ini.

Bicara soal BHP adalah bicara soal kapitalisme pendidikan.

Dalam Undang-Undang Dasar ‘45, sangat jelas diterangkan peran Negara dalam mencerdaskan rakyat. Bahwa Negara berkeharusan menyediakan pendidikan yang layak dan bermutu bagi seluruh warga negaranya. Kita yakin dan percaya, para pendiri Republik ini beritikad penuh untuk membawa roda sejarah bangsa kita menuju puncak kejayaannya.
Ini terbukti, bahwa mereka menempatkan titik tekan yang kuat dalam bidang pendidikan. Pada dasarnya, solusi yang paling fundamental membawa bangsa ini keluar dari keterpurukan zaman dan krisis multidimensi adalah dengan mewujudkan pendidikan yang membebaskan dan dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.
Sebagaimana termaktub di dalam Pasal 26 ayat 1 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia PBB tahun 1948 bahwa : “Setiap orang berhak memperoleh pendidikan. Pendidikan harus dengan cuma-cuma, setidak-tidaknya untuk tingkatan sekolah rendah dan pendidikan dasar. Pendidikan rendah harus diwajibkan. Pendidikan teknik dan kejuruan secara umum harus terbuka bagi semua orang, dan pendidikan tinggi harus dapat dimasuki dengan cara yang sama oleh semua orang, berdasarkan kepantasan”.

Namun kita lihat pada hari ini, Negara, sebagai lembaga tertinggi seakan melepas tangan terhadap tanggung jawab ini. Pemerintah Pusat telah memberikan kita begitu banyak celah untuk menggugat mereka, sepertinya, bukannya mereka tidak sanggup mengelola Republik ini denga segala karunia yang Allah berikan kepada kita, tetapi lebih kepada kurangnya I’tikad baik politik mereka yang mau benar-benar berpihak dan memperjuangkan rakyat. Ini bisa kita lihat dari produk hukum yang dikeluarkan Pemerintah Pusat selalu saja menguntungkan segelintir orang dan merugikan rakyat kebanyakan.
Lihat saja, bagaimana mungkin pemerintah kita menyetujui sebuah undang-undang yang jelas-jelas menghisap darah orang tua kita dan darah mereka yang mau berkehidupan yang lebih baik, darah anak-anak yang ingin jiwa dan pikirannya terbebaskan dan tercerahkan, darah rakyat!

BHP (Badan Hukum Pendidikan) adalah sebuah bukti nyata bahwa Negara tidak mempunyai rasa kemanusiaan terhadap pemenuhan hak dasar warga negaranya.
Hak terhadap akses pendidikan yang baik dan bermutu bagi semua orang. BHP adalah salah satu bentuk lepas tangan pemerintah dalam bidang pendidikan.
UU BHP memberikan restu kepada lembaga pendidikan formal (SD, SMP, SMA dan UNIVERSITAS) untuk bekerja sesuai dengan mekanisme pasar.
Lembaga pendidikan tidak ubahnya menjadi sebuah perusahaan, managemen dan rumusan pasar yang berlaku di sana. Peluang privatisasi dan komersialisasi unversitas amatlah besar, malah dipaksakan. Privatisasi dan komersialisasi hanya tertuju pada satu tujuan, profit oriented (mengejar keuntungan dan memaksimalkan laba) bukan pada customer satisfaction (kepuasan konsumen, dalam hal ini konsumen adalah mahasiswa).
Dan pada akhirnya, formula bisnis, bahwa bisnis tidak mengenal siapa,tapi berapa, akan diterapkan di Nanggroe kita tercinta ini.

Maka dustalah bagi mereka yang percaya UU BHP dapat mendongkrak mutu pendidikan Aceh, dan Indonesia secara keseluruhan!

Beberapa unversitas nasional yang sudah menerapkan UU BHP mulai rontok satu persatu karena tidak sanggup mengelola dengan baik, ditambah lagi budaya korupsi yang telah mengakar akan memperburuk kondisi unversitas yang akan atau telah menerapkan UU BHP, mengingat transparansi dana dan akuntabilitas adalah sesuatu yang langka di Republik ini.
Namun dimana ada penindasan, di situ selalu ada kaum yang siap melakukan perlawanan. Mahasiswa bersama dengan seluruh element masyarakat di seluruh Indonesia telah menggaungkan suara perlawanan yang sama, TOLAK UU BHP!
Perlawanan yang dibangun atas dasar niat yang tulus, semata mata demi kepentingan rakyat banyak dan mewujudkan cita-cita bangsa, adalah sebuah jalan panjang yang terjal berduri. Bahwa hari ini kita masih yakin pada dua kalimat syahadat, bahwa Tiada Tuhan Selain Allah Dan Muhammad Adalah Utusan Allah!

“INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHI RABBIL ’AALAMIN”, Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah bagi Allah yang menguasai sekalian alam. Kalimat ini lah yang terpatri di dalam dada kami, yang telah memercikkan api revolusi yang menyala-nyala! Ketika dua kalimat syahadat sudah merasuk benar ke dalam relung hati dan jiwa, maka genderang perang akan ditabuh untuk melawan segala bentuk kezhaliman!

Aksi yang mulai kami gencarkan pada hari Senin (22/12) adalah sebuah shock therapy (terapi kejut) bagi Penguasa Dhalim di sekitar kita, yang akan menerapkan kebijakan yang akan mencekik leher kita semua. Ini bukanlah sebuah aksi latah dan bukanlah sebuah aksi sewaan. Kami percaya, Allah akan memberi kami semangat dan tenaga untuk terus melakukan perlawanan!

Ada kalangan menilai, bahwa aksi Front Mahasiswa Aceh pada hari itu adalah aksi yang tidak simpatik dan reaksioner. Memang saya menilai secara pribadi, bahwa aksi kami ke kantor PEMA adalah sebuah jebakan, karena adanya indikasi yang kuat bahwa pihak PEMA sudah mensetting, agar kondisi ricuh dan chaos.
Bagaimana mungkin seorang Seketaris Jenderal PEMA, Fadli JR, dengan sengaja memancing emosi teman teman Front Mahasiswa Aceh Tolak BHP ?
Tindakan provokasi yang dilakukan Fadli adalah dengan ‘memantati’ demonstran yang lelah dan kepanasan, adalah faktor kunci terjadinya bentrokan antara pengurus PEMA dan FMA.
Yang menyebabkan Koordinator FMA Fauzan Febriyansyah dan Ketua BEM Fakultas Teknik M. Falhan Qadri berstatus tersangka, dengan tuduhan penganiayaan bersama-sama.
Bagi kami, ini adalah usaha membunuh gerakan mahasiswa yang sedang memperjuangkan nasib 23.000 mahasiswa Unsyiah, dan puluhan ribu mahasiswa yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam. Kami juga menyesalkan sikap rektorat yang terkesan tak acuh, sehingga masalah ini harus diselesaikan dan ditangani oleh pihak luar, yaitu kepolisian.
Kami juga sangat menyesalkan sikap PEMA yang dingin dalam merespon isu BHP, malah sepertinya PEMA sibuk mengurusi hal-hal yang tidak bersentuhan langsung dengan mahasisiwa, seperti penertiban atribut parpol PKS dan beberapa partai dalam pemberitaan media Serambi Indonesia (28/12).

Ya. Kami tau, atribut partai boleh bersih di kampus kita, tapi buat apa jika masih ada Ideologi Partai yang masih terpatri di otak kita ?
Salam Perlawanan.

Twk. Oryza R.K.
adalah Mahasiswa Ilmu Politik FISIP Unsyiah dan Presidium Gerakan KITA, anggota Front Mahasiswa Aceh Tolak BHP

Sabtu, 08 November 2008

gumaman itu akhirnya meledak!

Bukan mau berkutbah melalui “cerpen” ini (cerita penting). Sekedar ingin berbagi kegelisahan melihat kehidupan remaja sekarang.



Ramadhan

Sekarang hari ke dua puluh tujuh di bulan ramadhan, jam 15:13. di depan mata, gunung berdiri angkuh di bingkai kusen jendela kamar, begitu anggun dengan selimut hijau kebesaranya. Hari yang cerah, tidak terlalu panas, tidak juga mendung. Cuaca yang Sempurna. Bagi bocah-bocah yang ingin bermain layang-layang. Sungguh pun pemandangan itu sudahlah jarang. Sekarang rental-rental playstations yang mengantikan sang layang. Yah zaman, terus berlari kencang meninggalkan mereka bagi yang tidak bersepakat denganya.


Tiga hari lagi kita lebaran, tiga hari aku baru berpuasa. Hari pertama, kedua, ketiga dan tibalah sms seorang kawan pada hari ke empat. ” raja kuring buka ry, masuknya dari belakang. nasgor sea food, dan teh manis dingin di tambah sebatang rokok. Nyess.. maknyuss.. ry..”. aku tak menyalahkan teman aku atas undanganya yang begitu menggiurkan di siang hari yang terik. Di tambah lagi rasa kesal kepada dosen yang berubah menjadi umpatan ketika si dosen tidak datang mengajar. Dari rumah ku ke darussalam berjarak kira-kira 16 kilo meter, di plototi oleh matahari, di tambah sedikit saja bujukan seorang teman, raja kuring adalah tempah singgah yang menyenangkan sebelum pulang ke rumah dari kampus.

Seperti bulan puasa tahun –tahun yang lalu. Bulan puasa kali ini juga memberikan kejutan padaku. Aku banyak berjumpa dengan teman-teman lama, berbagi cerita dan bercanda. Terkadang mentertawai tingkah laku kita sewaktu masih SMP dam SMA.
Aku bertemu dengan seorang teman lama, ketika aku masih duduk di sekolah menengah pertama. Namanya adalah,,, sebut saja namanya “kumbang”. Kumbang adalah seorang teman yang lucu. Aku ingat sekali, ketika ia masih SMP.ia adalah anak yang sangat manja, terlalu manja sampai-sampai menyeberang jalan saja harus di temani. Kumbang berbadan tinggi dan tambun, aku biasa menyebutnya si ‘kumbang yang sehat’. Rambutnya selalu cepak, matanya yang kecil di lindungi oleh tebal kaca mata segi empat. Kalau kumbang tertawa, matanya hilang seiring nampak giginya yang besar dan rapat-rapat. Kumbang anak yang baik, sewaktu SMP aku selalu pergi ke kantin bersamanya. Ia pasti akan membelikan ku semangkok bakso wak min dan teh botol, kalau-kalau suasana hatinya lagi bagus. Kumbang dan teman-teman yang lain sering sekali ke rumah ku, ngobrol layaknya kumpulan gadis, lalu berbagi cerita tentang pacar masing-masing atau perempuan yang mereka sedang incar. Kalau mereka sedang membahas romantika cinta monyet, si kumbang hanya diam dan sibuk dengan N-GAGE, hand phone yang memiliki aplikasi game. Kumbang tidak memiliki pacar, atau jarang sekali ia bercerita tentang perasaannya dengan para ‘primadona sekolah’. Ia begitu pemalu, dan tertutup dalam hal tersebut. ketika kami masih di bangku kelas tiga SMP, ia pernah curhat kepada ku, bahwa ia sangat menyukai seorang gadis, anak dokter. Dan ia tergila-gila padanya. Aku mengatakan kepada kumbang, untuk segera bergerak cepat melakukan PDKT, dan menembaknya! Tapi kumbang memilih menyembunyikanya dalam-dalam.

Ketika kami naik ke SMA, aku berbeda sekolah dengan si kumbang. Komunikasi dengan dia sudah jarang.bahkan hampir tidak ada. Karena masing sibuk dengan urusan sendiri. tsunami datang.... aku pindah ke jakarta satu tahun setengah, kali ini aku sama sekali kehilangan kontak dengan si kumbang. Tak ada no telefon, alamat atau apa pun yang bisa menjangkaunya, bahkan aku tahu apa kumbang masih hidup atau tidak. Waktu itu pun aku tidak mau mengingat tentang aceh sedikit pun, banyak sekali yang hilang tak tergantikan, termasuk yasmine, cinta monyet ku selama satu tahun enam bulan ikut meninggal dalam tragedi itu. Jadi aku berusaha untuk tidak ‘menyentuh’ segala sesuatu yang menyangkut tentang aceh. retro, embassy, billiard, bir, dan perempuan-perempuan multikultural yang cantik. Jakarta seakan memberi ku pil tidur sejenak untuk melupakan kenyataan. Sampai suatu hari bunda mengajak ku ke rumah sakit pertamina, karena aku selalu lesu, malas sekolah dan mulai bandel. Sudah di atur pertemuan dengan seorang psikolog untuk membantu memahami kegilisahan ku. dua setengah jam lebih kami berbicara mendalam, mugkin kesabaran perempuan setengah baya ini hampir musnah, lalu ia mengatakan sambil menatap ku dalam- dalam. “ory,, yasmine itu sudah mati. Ia mati. Mati. Mati mati. Apa kamu paham?”. Kata-kata dia seperti sebuah tamparan, ia sengaja tidak mengganti kata ‘mati’ dengan kata’ meninggal’, untuk memberi tekanan pada maksudnya. Aku bangun dari tidur panjang, dan kerja otak memang lebih sehat jika jauh dari pengaruh alkohol, aku langsung berfikir
“yasmine telah mati, aku masih hidup,maka aku harus lanjutkan hidup. Cari pacar baru, she will understand,,”.

Tepat setengah tahun, Aku pulang kembali ke aceh. tetapi tetap aku belum bertemu dengan semua teman-teman ku. tapi dari kabar yang ku dengar, kumbang selamat sekeluarga dari amuk laut, namun ayahnya meninggal dunia. Aku cepat-cepat mencari keberadaan dia, dan kami bertemu kembali. Kami adakan reuni kecil-kecilan dengan teman-teman. Acaranya sederhana, namun penuh kesan. Tetapi dari mata mereka saat itu, berkata ‘bahwa tsunami tak pernah ada’. Kesibukan masing-masing yang memisahkan kami lagi, aku sibuk dengan pergerakan, pena merah, SIKMA dan mulai menulis. Begitu juga yang lain.

Pada malam ke lima belas ramadhan, kumbang menelfon aku, katanya penting. Aku harus segera bertemu dengan dia. Kami janjian di sebuah kedai minum di daerah prada. Aku tiba lebih dahulu, teh hangat telah menjadi dingin, baru si kumbang datang.
Malam itu kumbang mengenakan baju koko putih, dan wangi bvlgari yang khas selalu mendahului senyumnya. Kaca matanya tak lagi segi empat kaku, kini ia lebih trendy dengan kaca mata barunya. Kami berjabat tangan lelaki. Mantap dan erat.
Tanpa buang waktu, kumbang langsung bercerita kepada ku tentang masalah yang ia hadapi. Dari A sampai Z. Dua jam kami duduk berdua, bercerita dengan sangat detail, terlalu detail untuk hal-hal yang tak ingin ku dengar. Sepanjang cerita ia terus tertawa, dan bercanda. Tetapi ia tidak bisa menyembunyikan air muka nya yang muram, memancarkan hatinya yang sedang gundah.

Bukan main aku terkejut benar, mendengar masalah si kumbang. Pertama aku tak percaya, di tambah lagi ia selalu bercanda ketika ia bercerita. Tapi ku lihat keseriusan yang dekat dengan ke panikan di balik kaca matanya. Begini, kumbang memiliki pacar. Pacar yang ia sangat sayangi. Ia begitu sayang dengan pacarnya, sampai –sampai ia tak tega jika tidak mengabulkan permintaan dia. Tas, sepatu, jam, dan barang-barang lain selalu ia berikan untuk belahan jiwanya. Pernah sewaktu waktu, sang kekasih tak punya uang untuk membayar SPP di kampus, kumbang juga yang membereskanya. Hubungan mereka sudah berjalan cukup lama, sekitar sembilan bulan. Menurut keterangan si kumbang. Cinta, kasih sayang, dan perhatian sudah penuh untuk sang kekasih pujaan hatinya. Begitu juga dengan pacar si kumbang, cinta, kasih sayang, perhatian dan tubuh nya pun sudah utuh di berikan kepada si kumbang.
Yang terakhir ini yang membuat ku terkejut setegah mati!
KUMBANG SUDAH ML! KUMBANG SUDAH NGENTOT! (bahasa slank nya-bersetubuh). KUMBANG SUDAH ME’OOK! (bahasa aceh nya-bersengggama).

Aku tatap kumbang serius, hampir tak percaya, anak manja yang ku kenal, bocah pemalu yang baik hati, kawan yang ku kenal ketika ia masih beringus, telah melakukan hubungan intim di luar nikah. Yaa, aku bukanya menghakimi si kumbang, tetapi jelas bagi aku, muslim tidak boleh ML, ngentot, dan me’ook di luar nikah. Itu menyalahi norma agama dan juga adat. Aku mengatakan itu kepada kumbang dengan gamblang, dengan berusaha membuat dia tidak merasa terhakimi. Aku bertanya kepadanya, apa perempuan itu masih perawan. Ya! Jawab kumbang. Sekarang wajah kumbang lesu. Tak lagi ia bercanda apa lagi tertawa. Ia melanjutkan ceritanya. Bahwa permasalahan intinya menurut si kumbang adalah, orang tua si pacar, tidak setuju dengan hubungan mereka. Lantaran si kumbang adalah orang GAYO. Entah kenapa calon mertua, si bapak tak mau anaknya menikah dengan orang gayo. Apa lagi menurut kata si kumbang, bapaknya akan menjodohkan anaknya dengan pria ideal pilihanya. Aku mengatakan kepada si kumbang untuk melakukan pendekatan dengan calon mertuanya yang keras itu, besi aja di gosok bisa bengkok! Aku mencoba menghiburnya. Kumbang kembali bertutur lesu, bahwa ia pernah mencoba berbagai cara untuk di terima oleh calon mertuanya. Tapi semua gagal, malahan situasi menjadi semakin sulit. Kalau ketawan si kumbang masih berhubungan dengan anaknya, akan aku pasung anak gadis bungsu ku! demikian ultimatum dari sang bapak!

Kumbang mengeluh pusing kepada ku memikirkan masalah ini. lalu aku bertanya kepadanya, “bagaimana kalau ayahnya tetap tidak setuju dengan hubungan kalian dan terus ingin menjodohkannya dengan pria lain?”.
“yaa sudah, aku akan cari cewe lain ry..”. seulas senyum merekah di wajahnya yang lebar, dan aku tau jawaban itu bukan datang dari hatinya.
“ tetapi darah perawananya sudah tumpah di antara selangkangan kau, bang!”.
“dan ia akan di jodohkan dengan cowo’ lain, bagaimana jika calon suaminya tau bahwa ia tidak perawan lagi, bagaimana bapaknya tau, ibunya, kakaknya dan orang tua kau tau??!”. Senyum itu musnah benar ku rentet dengan tanya.
Aku mengatakan kepadanya, hanya masalah waktu ketika bapaknya akan tahu, bahwa anak gadisnya sudah tidak perawan lagi. Dan kumbang yang melakukanya. Kumbang hanya diam. kini wajahnya muram, mungkin ia merasa benar-benar putus asa atas keadaan ini.
Ku mencoba menenangkanya, walau tak bisa ku sembunyikan rasa kecewa ku padanya.

Kami pulang ke rumah masing-masing.

Beberapa hari kemudian kumbang mengajak ku jalan, ia menjemput ku di tempat biasa aku ngumpul dengan teman-teman. Kami jalan-jalan keliling kota dengan mobil kumbang. Tasbih menggelantung di spion mobil, baju koko yang sama kumbang kenakan malam itu dengan perjumpaan yang lalu di prada. Malam itu wajahnya berseri, senang betul hatinya. Ia banyak tertawa dan bercanda. bau Bvlgari nya seperti mencabuti bulu hidung ku. aku segera bertanya, ada apa gerangan????
“ besok aku ambil jatah ry..!!”. ia tertawa konyol.
“ maksud..?” tanya ku mengejek.
“besok rumah aku kosong, aku bawa dia ke rumah.”. ia tersenyum, salah satu senyum paling brengsek yang pernah aku lihat. Segera aku tahu apa maksudnya.
Aku tak dapat mencegah rasa ingin tahu ku. sedikit demi sedikit aku bertanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan itu.
“pake kondom?”. Tanya ku.
“tidak enak!”. Jawab si kumbang.
“apa tidak takut hamil..?”. tanya ku kembali.
“tembak luar lah.. kawan..!!”. senyum brengsek kedua yang kulihat malam itu.
Sepanjang jalan ia terus bercerita. Sangat mendetail. Aku tak bisa berbuat apa-apa selain menjadi pendengar yang baik, karena aku begitu penasaran.
Lalu ia bertanya kepada ku, apa aku pernah mencium pacar aku. aku menjawab, ya. hanya sebatas cium, dan itu pun jangan kau gunakan imajinasi mu yang liar ketika menggambarkanya di dalam kepala.. Ia tertawa dengan keras. Sungguh! Aku menekankanya, aku fikir ia tidak percaya.
“ciuman juga dosa, ML juga dosa. Dosa nya sama aja”. kumbang mulai menceramahi ku.aku melakukan pembelaan kepada kumbang. Bahwa jelas beda, antara dosa ciuman dan me’ook!. Kami pun berbedebat sebentar tanpa ujung. giliran aku menceramahinya sekarang. Aku mengatakan kepadanya, ada tiga alasan kenapa aku tidak berani macam-macam dengan perempuan. Yang pertama, dosa. Alasan ini memang klise bagi sebagian orang, namun cukup ampuh. 44 tahun amal kita tidak di terima jika ML di luar nikah! Siapa yang mau merugi 44 kalender karena kenikmatan 15 menit? Logika ku cukup sehat buat mencerna itu. Yang kedua, aku merasa bersalah secara moral jika meniduri perawan atau bukan perawan. Entah kenapa tertanam nilai di dalam diriku bahwa, ngentot di luar nikah adalah hina. Amoral. Yang ketiga, di dalam kepala ku, jika aku meniduri seorang gadis, pasti ada yang akan meniduri adik perempuan ku yang masih duduk di bangku SMA, atau mungkin anak gadis ku kelak. Apa yang kau tanam, itu yang kau tuai. Tiga alasan tadi sudah cukup kuat buat ku untuk menahan diri dan onani dua kali dalam seminggu. Kumbang bilang kepadaku, setengah mengejek, bahwa aku cowo’ kolot, konservativ, tidak mengikuti zaman dan bla..bla..bla...!!. geram aku mendengarnya, namun ku sembunyikan di depanya. Langsung aku mengutip kata-kata soe hok gie ‘LEBIH BAIK DI ASINGKAN DARI PADA MENYERAH KEPADA KEMUNAFIKAN’.
Aku langsung mulai berpidato di mobil, dengan suara yang tegas dan besar.

“aku ini pribadi yang senantiasa merdeka! Tidak akan ku biarkan jiwa aku hanyut di bawa arus zaman yang edan!. Biar mampus aku di bilang ketinggalan zaman, yang penting aku berjalan sebagai seorang yang merdeka. Seorang pria terhormat yang merdeka. Sadar tidak, kau bang?? Kau sudah di jajah oleh zaman! Zaman kita ini sudah di racuni oleh hegemoni barat (liberal). Sekarang semua di dikte oleh tv! tv mengajarkan kita, kaum muda bagaimana cara kita berpakaian, sex sehat ala pamela anderson, majalah majalah mencitrakan gadis cantik sebagai berikut: langsing hampir seperti kurang gizi, putih, rambutnya lurus bercahaya, hak tinggi merek gucci, tas kecil merah chanel, baju nya LV, hand bodynya the body shop, lipstick nya ninna richi! Kapitalis brengsek!! Kapitalis kurang ajar!! Kapitalis, kapitalis semua punya kerja! Kau tau itu kumbang! Kita dalam hegemoni terus menerus! Kepala kita di isi taik agar pasar tidak mengalami krisis!
Pasar bebas apanya! Tidak ada pasar bebas! “Double speak!!”. Mana mungkin air limun lawan coca cola! Ayam goreng kampung lawan KFC! Kau juga korban kapitalisme! Kau fikir ngentot itu keren! Pecahin perawan itu macho! Ada rasa malu jika masih perjaka!! Kau salah teman! Kau salah!!! Tapi ini bukan sepenuhnya dosa mu teman, sistem yang membentuk pribadi-pribadi orang macam kau ini! kau tau, apa bagian terparah dari semua ini! seperti yang kau bilang barusan! Aku ini kolot, ketinggalan zaman! Yah, orang macam aku ini di anggap asing! Di anggap aneh! Sekarang siapa yang asing?? Kau atau aku? Asing di negeri sendiri! siapa yang aneh? Aneh di anggap keren! “.

Habis napas ku, tanpa sadar aku mengomel, tapi bukan kepada si kumbang, aku hanya ingin mengomel sendiri. kekesalan yang sudah mengendap begitu lama, gumaman yang jarang sekali di beri ruang untuk menjadi teriakan. Lega hati ku sekarang.
Kumbang malahan tertawa keras-keras mendengar pidato ngawur aku, aku pun juga ikut tertawa terbahak-bahak. Sampai-sampai, mata kami berair. Entah hal apa yang lucu membuat kami tertawa. Mungkin kumbang heran melihat ku merocos ngawur lalu ia pun tertawa, sedangkan aku tertawa karena kumbang tertawa keras dengan lengkingan yang sangat aneh. Ku lihat mata kumbang, lalu aku bilang dengan suara yang datar.
“bang, sudahlah... jangan di ikuti kali. Nanti kena batunya! Baru kapok!”
Kumbang malah terus tertawa lebar, gigi grahamnya pun ikut kelihatan. Ku lihat matanya, seakan tsunami tak pernah terjadi. kami pun pulang ke rumah dengan perasaan lega dan lapang.

KALAU ANDA FIKIR NGENTOT (DI LUAR NIKAH) ITU KEREN! ANDA SALAH BESAR! KALAU ANDA FIKIR ML ITU NIKMAT! ANDA SALAH BESAR! PRIBADI YANG PROGRESIF SADAR BETUL, NGENTOT DI LUAR NIKAH ADALAH KORBAN DARI SISTEM KAPITALISME! KORBAN KORPORASI INTERNASIONAL YANG INGIN MERUNTUHKAN TEMBOK-TEMBOK KEBUDAYAAN. KALAU ANDA TIDAK SEPAKAT DENGAN GLOBALISASI, LAWAN DENGAN MENAHAN DIRI DENGAN TIDAK ME’OOK SEMBARANGAN SELAGI MASIH BUJANG! STOP ME’OOK BEBAS! STOP NGENTOT BEBAS! STOP ML BEBAS! SALAH SATU BENTUK PERLAWANAN NEOLIBERALISME!

LAWAN
LAWAN
LAWAN

Jumat, 01 Agustus 2008

sampai jumpa camerad!

yah, mita, nindi dan resa. kini aku benar-benar merindu. baru beberapa hari kalian pergi. tetapi aku sudah merindu. brengsek benar jika seorang lelaki dalam keadaan begini! karena kerinduan mempunyai dua dampak yang berbeda. kadang kerinduan menjadi begitu positiv, namun tidak jarang menjadi sesuatu yang menghancurkan. aku sadar, kerinduan ku pada kalian bukan layaknya kerinduan aku pada devi, yah, kalian tahu devi bukan ??. pacar ku yang paling judes namun sangat baik padaku. kerinduan ku juga bukan seperti aku merindukan bunda, ayah atau anggota keluarga yang lain. tetapi kerinduan ku kepada kalian sangatlah berbeda. ketika aku merindukan devi, gambaran mental yang ku terima adalah seorang wanita yang mencintai ku (setidaknya itu yang ia katakan dengan tatap penuh keyakinan dan gengaman tangan yang begitu nyaman. semoga ia tidak masuk nominasi penghargaan hollywood!). ketika aku merindukan bunda, yang terbayang adalah suara ayat-ayat yasin setiap kamis petang dan sop buntut betawi yang lezat. dan ayah ku, yaa ayah ku, gelak tawa yang membahana dan rumah yang selalu ramai di kunjungi kerabat-kerabatnya.
tetapi, kawan. merindu kalian sangatlah beda. sangat khas. ada keberagaman perasaaan yang timbul ketika aku merindukan kalian. kalian tahu itu?? dan keberagaman rasa itulah yang membuat ikatan hati ku dan kalian semakin dekat. aku merasakan demikian. kalian teman yang hebat! nindi, seorang perempuan muda yang energik! selalu bersemangat dalam pergerakan kita, kalau boleh aku menyebutnya MAMAK dari anak-anak sikma.hehehe. ia cerdas, dan selalu siap ketika sikma membutuhkanya. mita, wanita kalem. namun penuh canda. yang kerap kali memarahi ku ketika buang sampah sembarangan. "global warming" katanya!. ia sangat pintar membaca puisi dan drama. ketika dia berbicara dalam rapat, semua orang diam mendengarkan dengan seksama.hampir rapat dia ubah menjadi panggung teater koma di kedung kesenian jakarta.hehehhe... kata-katanya ia pilih dengan seksama, intonasinya stabil dan pas. matanya dalam menatap. yaa mita, sewaktu waktu ia pernah menjadi ibu ku dalam pementasan drama amat rha manyang. anak durhaka versi aceh. sebenarnya naskah itu berasal dari tulisan bang reza yang di muat di koran tempo. ide kreatif resa menyulapnya menjadi sebuah pementasan yang mengagumkan di tingkat sekolah. jadilah aku sang anak durhaka. resa, resa,resa. gadis baik yang agak centil. aku tidak gunakan kata ganjen, karena ada perbedaaan antara kata ganjen dan centil (centil itu atraktif. ganjen itu perayu). ia teman curhat ku. teman diskusi yang baik, dan juga seorang kawan pergerakan yang selalu memberi aba pada nahkoda dan seluruh awak bahtera sikma kalau-kalau ada karang di depan atau gunung di balik kabut. aku harap usaha "miras" terus memabukan dunia dengan ide-ide kreatifnya!
setahun kita akan berpisah. yah, aku tahu. kita bisa email, chating dan segala hal telah di mudahkan oleh teknologi. aku tahu, tetapi, berdikusi di teduhnya lembah kura-kura berjanggut sambil menghirup kopi hangat solong adalah sesuatu hal yang beda, kawan. aku yakin teknologi tidak bisa menggantikan semuanya. tidak ada lagi aroma tubuh resa yang bee chung ketika ia melewati batas kadarluarsa tubuh, tidak mandi selama tiga hari. atau suara nindi yang meledak-ledak berbicara soal topik yang panas! "revolusi ry, jadi kita revolusi nii!". dan mita, wajah sendunya tidak akan terlihat alami di depan web cam. sikma memang kehilangan anggota terbaiknya, tetapi kami tidak pernah khawatir, karena semua anggota sikma semua pemuda-pemudi terbaik. kepergian kalian ke luar negeri justru mebuat kami tambah bahagia! kelak, kalian pulang dengan darah segar penuh ide dan gagasan yang lebih progresif. aku harap nanti kita semua bisa bangun aceh sama-sama. oh yaa, aku sudah di terima di fakultas ilmu politik unsyiah. akan aku sulap kampus jadi TP,ternak pemberontak! hahahaha. aku harap kesadaran berpolitik di kampus lebih besar dari pada di sekolah. tentunya kalian ingat betapa sulit mencari kader baru sikma di sekolah-sekolah. aku memutuskan untuk tidak membawa sikma ke kampus. aku akan dirikan organisasi lain. dan nasib sikma ada di tangan kader-kader kita yang lain. hidup mati sikma ada di tangan mereka. sebagaimana kita selalu di ajarkan oleh kura-kura berjangut, daulat diri pribadi. daulat pemikiran. tidak ada figur dalam pergerakan, semua adalah aktor penting dalam pergerakan kita.
mita, resa dan nindi telah pergi. 12 bulan, mungkin lebih. semoga kalian dapat belajar dengan baik disana. biar inlander - inlander itu tahu, putri-putri terbaik aceh sedang menghisap sum-sum kehidupan di benua putih. nindi! impian mu semakin dekat untuk menikah dengan pria bule! hehehe. debat panjang kita di solong tentang "ukuran" dan "durasi', dan kegagalan ku meyakikan mu bahwa kehandalan mak erot mampu mengatasinya.
sampai jumpa kawan. sampai jumpa sobat! oh yaa, aku mengatakan kalimat yang sama kepada kawan-kawan sikma ketika AJMI memutuskan hubungan kerja dengan sikma, WITH OR WITHOUT THEM, WE STILL HAVE OUR GLORY!.

Minggu, 13 Juli 2008

hari yang membosan kan.
hari yang membosan kan. aku tidak keluar rumah hari ini, sudah beberapa hari aku tidak keluar rumah. tidak seperti biasanya. hari ini aku banyak menonton video di you tube, tntg perang iraq-iran (1980-1988) dan juga perang dunia kedua. peristiwa sejarah selalu membuat ku bergairah, apa lagi soal sejarah perang. aku sangat menyukai sejarah perang dunia, baik di eropa maupun di pasifik. buku karangan P.K OJONG tentang perang dunia dan pasifik sudah habis ku lahap. dan aku baca berulang-ulang, sampai sedikit banyaknya aku hafal nama-nama jendral ternama, dari sekutu dan juga negara poros. aku selalu merinding dan tersentuh jika menonton video tentang jihad. melihat gerilyawan muslim yang ulet dan nampak gigih, membuat salah satu bagian hati ku bergetar! takbir mereka, bahasa mereka yang tak ku mengerti membuat rasa itu semakin magis. aku merasa bukan muslim yang baik, tetapi ketika melihat video-video jihad, aku merasa terpanggil dengan segenap keberanian yang ada pada diri ku. yaa, mungkin ini hasil dari kehebatan video propaganda al-qaeda, atau sayap militer muslim yang lain, tetapi aku percaya, setiap muslim memiliki kerinduan pada sebuah rasa yang aku sebut sebagai 'titik terdekat dengan tuhan'. dan banyak cara untuk mendapatkan itu. dan bagi ku, kadang-kadang aku merasakan hal itu, tidak terlalu sering, tapi cukup exist perasaan itu. rasa itu datang dari hal besar dan juga hal yang sangat sederhana sekali pun. ketika aku menolong orang buta di jalan ketika hendak menyeberang, ketika itu juga aku merasa seorang muslim sejati dan tuhan sedang melihat ku dari atas sana. atau ketika aku sudah mulai intens melakukan shalat tahajud dan shalat subuh, perasaan itu datang lagi. sudah lama aku tidak shalat, hampir sebulan. aku tidak mau munafik, aku katakan hal ini ketika situasi memaksa ku untuk mengatakanya. bunda ku pernah bertanya, kenapa aku tidak shalat, aku menjawab, ada dua cara menjadi seorang muslim yang baik, dan dua-duanya boleh di coba, yang pertama adalah beragama dulu baru ber tuhan. dan yang kedua adalah, bertuhan baru ber agama. dan anak mu ini memilih pilihan yang kedua. bunda hanya bilang, "ini anak sifatnya sama kayak namanya, banyak teori ( T.ory-za) ". aku hanya tersenyum.besok ayah pulang dari jakarta, dan aku berniat mejemputnya di air port, uang ku sudah habis, motivasi yang cukup kuat buat bangun pagi jam 11 esok hari. rumah ku sedikit lagi rampung, target bulan puasa akan rampung sempurna. rencanya besok aku ingin bertemu resa, bertanya prial blog. aku mau beresin blog ini, banyak hal yang tidak ku ketahui. semalam aku tidak dapat tidur, entah kenapa. membaca pun aku tak selera, biasanya cerita tentang revolusi oktober, teluk babi, dan prosa indah subcomandante marcos menjadi obat tidur yang efektif. terpaksa semalam aku cemari otak ku dengan menonton M-TV dan chanel V! tayangan lain tidak terlalu menarik, minimal goyangan pinggul Rihana dapat membantu ku melakukan penetrasi di dinding-dinding insomnia yang mengurung kepala ku dari rasa ngantuk! aku mengalami kesulitan tidur selama dua bulan ini, dan hilang tiba-tiba lalu muncul lagi beberapa bulan kemudian. pertama kali aku mengalami ganguan tidur adalah ketika aku kelas satu SMA, waktu itu aku di jakarta, beberapa minggu setelah aceh di hantam tsunami. psikolog di rumah sakit pertamina mengatakan, gangguan tidur ini hanya sementara, tetapi dia tidak mengatakan insomnia ini datang layaknya pergantian musim secara tiba-tiba. aku merasa, kepala ku seperti tidak pernah berhenti. mimpi-mimpi, cita-cita, ide, pekerjaan dan hal-hal yang harus di lakukan terasa macet mondar mandir di kepala. seperti malam ini, aku dari tadi terus berusaha merokonstruksi gambaran seorang prajurit nazi yang sedang mengisi amunisi pada meriam 12 inci, atau seorang serdadu jepang yang di tawan oleh sekutu di pulau iwo jima, wajanhya begitu keras dan penuh kebencian, namun tersirat rasa malu yang mendalam kenapa harus menyerah kepada musuh. dalam tradisi militer jepang yang fanatik, menyerah berarti menyerahkan kehormatan pribadi, keluarga, bangsa dan negara. singkat kata, telah melecehkan kaisar mereka. wajah, gerak tubuh, kata-kata, ekspresi, suara letusan, desing pesawat dan tank-tank yang terbakar semua bergerak di dalam ruang imajinasi ku. cukup asyik dan menyenangkan bagi ku. terkadang imajinasi itu begitu hidup di kala malam. ketika suasana hening, dan yang ada hanya slot-slot memory yang menyimpan cerita dan gambaran yang menarik! di tambah aku memiliki banyak game perang di komputer ku. dari alexsander the great sampai perang dunia 3! aku tidak tau, kenapa aku begitu menyukai game perang. sungguh puas rasanya jika sudah menang dalam satu pertempuran, atau peperangan dalam game. mungkin benar, apa yang di katakan nietzceh (aku mungkin salah mengeja namanya), ia mengatakan " kekuatan terbesar manusia untuk bertahan hidup adalah bukan untuk tetap exist ( berada), melainkan untuk berkuasa (will to power), yaitu kehendak untuk berperang dan mendominasi". untung aku lahir di zaman berteknologi tinggi, jika aku lahir di zaman franz ferdinand terbunuh oleh orang serbia, mungkin saja aku sudah bergabung dengan dinas ketentaraan dan menjadi seorang serdadu bengis dan penuh ambisi! heheheh

Sabtu, 12 Juli 2008

manusia gaptek itu bernama oryza

ah, sedikit demi sedikit ku tanggalkan kebodohan ini. aku sudah mulai belajar bikin blog, tapi tidak untuk friendster! tidak akan! berhubungan sosial ala liberalisme! itu lah friendster! aku sudah jarang sekali menulis, entah kenapa aku tidak bisa fokus belakangan ini. beberapa kawan-kawan ku sudah mulai mengkhwatirkan aku sebagai seorang penulis. tidak produktif kata mereka! yah, sama seperti iman, ada pasang surutnya. sebentar lagi resa,mita dan nindi akan pergi bersekolah ke luar negeri, aku akan sangat merasa kehilangan mereka. (setidaknya dengan menulis di di blog aku, mereka akan semakin ingat dengan daftar oleh-oleh yang aku berikan! heheh). tanggal 12 juni -7- 2008, tercipta sebuah blog! yah semoga blog ini bisa memberikan stimulasi yang kuat untuk aku agar lebih produktif dalam menulis!