yah, mita, nindi dan resa. kini aku benar-benar merindu. baru beberapa hari kalian pergi. tetapi aku sudah merindu. brengsek benar jika seorang lelaki dalam keadaan begini! karena kerinduan mempunyai dua dampak yang berbeda. kadang kerinduan menjadi begitu positiv, namun tidak jarang menjadi sesuatu yang menghancurkan. aku sadar, kerinduan ku pada kalian bukan layaknya kerinduan aku pada devi, yah, kalian tahu devi bukan ??. pacar ku yang paling judes namun sangat baik padaku. kerinduan ku juga bukan seperti aku merindukan bunda, ayah atau anggota keluarga yang lain. tetapi kerinduan ku kepada kalian sangatlah berbeda. ketika aku merindukan devi, gambaran mental yang ku terima adalah seorang wanita yang mencintai ku (setidaknya itu yang ia katakan dengan tatap penuh keyakinan dan gengaman tangan yang begitu nyaman. semoga ia tidak masuk nominasi penghargaan hollywood!). ketika aku merindukan bunda, yang terbayang adalah suara ayat-ayat yasin setiap kamis petang dan sop buntut betawi yang lezat. dan ayah ku, yaa ayah ku, gelak tawa yang membahana dan rumah yang selalu ramai di kunjungi kerabat-kerabatnya.
tetapi, kawan. merindu kalian sangatlah beda. sangat khas. ada keberagaman perasaaan yang timbul ketika aku merindukan kalian. kalian tahu itu?? dan keberagaman rasa itulah yang membuat ikatan hati ku dan kalian semakin dekat. aku merasakan demikian. kalian teman yang hebat! nindi, seorang perempuan muda yang energik! selalu bersemangat dalam pergerakan kita, kalau boleh aku menyebutnya MAMAK dari anak-anak sikma.hehehe. ia cerdas, dan selalu siap ketika sikma membutuhkanya. mita, wanita kalem. namun penuh canda. yang kerap kali memarahi ku ketika buang sampah sembarangan. "global warming" katanya!. ia sangat pintar membaca puisi dan drama. ketika dia berbicara dalam rapat, semua orang diam mendengarkan dengan seksama.hampir rapat dia ubah menjadi panggung teater koma di kedung kesenian jakarta.hehehhe... kata-katanya ia pilih dengan seksama, intonasinya stabil dan pas. matanya dalam menatap. yaa mita, sewaktu waktu ia pernah menjadi ibu ku dalam pementasan drama amat rha manyang. anak durhaka versi aceh. sebenarnya naskah itu berasal dari tulisan bang reza yang di muat di koran tempo. ide kreatif resa menyulapnya menjadi sebuah pementasan yang mengagumkan di tingkat sekolah. jadilah aku sang anak durhaka. resa, resa,resa. gadis baik yang agak centil. aku tidak gunakan kata ganjen, karena ada perbedaaan antara kata ganjen dan centil (centil itu atraktif. ganjen itu perayu). ia teman curhat ku. teman diskusi yang baik, dan juga seorang kawan pergerakan yang selalu memberi aba pada nahkoda dan seluruh awak bahtera sikma kalau-kalau ada karang di depan atau gunung di balik kabut. aku harap usaha "miras" terus memabukan dunia dengan ide-ide kreatifnya!
setahun kita akan berpisah. yah, aku tahu. kita bisa email, chating dan segala hal telah di mudahkan oleh teknologi. aku tahu, tetapi, berdikusi di teduhnya lembah kura-kura berjanggut sambil menghirup kopi hangat solong adalah sesuatu hal yang beda, kawan. aku yakin teknologi tidak bisa menggantikan semuanya. tidak ada lagi aroma tubuh resa yang bee chung ketika ia melewati batas kadarluarsa tubuh, tidak mandi selama tiga hari. atau suara nindi yang meledak-ledak berbicara soal topik yang panas! "revolusi ry, jadi kita revolusi nii!". dan mita, wajah sendunya tidak akan terlihat alami di depan web cam. sikma memang kehilangan anggota terbaiknya, tetapi kami tidak pernah khawatir, karena semua anggota sikma semua pemuda-pemudi terbaik. kepergian kalian ke luar negeri justru mebuat kami tambah bahagia! kelak, kalian pulang dengan darah segar penuh ide dan gagasan yang lebih progresif. aku harap nanti kita semua bisa bangun aceh sama-sama. oh yaa, aku sudah di terima di fakultas ilmu politik unsyiah. akan aku sulap kampus jadi TP,ternak pemberontak! hahahaha. aku harap kesadaran berpolitik di kampus lebih besar dari pada di sekolah. tentunya kalian ingat betapa sulit mencari kader baru sikma di sekolah-sekolah. aku memutuskan untuk tidak membawa sikma ke kampus. aku akan dirikan organisasi lain. dan nasib sikma ada di tangan kader-kader kita yang lain. hidup mati sikma ada di tangan mereka. sebagaimana kita selalu di ajarkan oleh kura-kura berjangut, daulat diri pribadi. daulat pemikiran. tidak ada figur dalam pergerakan, semua adalah aktor penting dalam pergerakan kita.
mita, resa dan nindi telah pergi. 12 bulan, mungkin lebih. semoga kalian dapat belajar dengan baik disana. biar inlander - inlander itu tahu, putri-putri terbaik aceh sedang menghisap sum-sum kehidupan di benua putih. nindi! impian mu semakin dekat untuk menikah dengan pria bule! hehehe. debat panjang kita di solong tentang "ukuran" dan "durasi', dan kegagalan ku meyakikan mu bahwa kehandalan mak erot mampu mengatasinya.
sampai jumpa kawan. sampai jumpa sobat! oh yaa, aku mengatakan kalimat yang sama kepada kawan-kawan sikma ketika AJMI memutuskan hubungan kerja dengan sikma, WITH OR WITHOUT THEM, WE STILL HAVE OUR GLORY!.
2 komentar:
Ory! Kangen aku ama ke!
Mengharukan!
T_T
Hikksss....
walau raga kita berjauhan tapi ide dan gagasan akan tetap berdekatan...
ory,,,,, aku rinduuu akan hari- hari kita yang lalu,,, dengan lantang meneriakkan kalimat- kalimat progressif, "Tolak UN"...
aku juga merasakan rindu yang kau rasakan..
kelak tahun depan kita akan jumpa lagi...
(kalo bisa, aku bawa cowok bule pulang ke Aceh() hehehehehehehheeh
Posting Komentar