Senin, 12 Januari 2009

mari bertahan dan melawan!

saudara saudara ku, tuan-tuan dan nyonya-nyonya, kakak dan adik, abang dan paman, bibi dan keponakan, teman dan sahabat. dan semua yang bergetar melihat penindasan terjadi pada umat islam.

saudara ku, inilah saatnya, dimana kita harus berdiri sedikit lebih tinggi dari mereka, dan berkata "AKU PERCaYA PADA TUHAN, YANG TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN UMATNYA".

inilah saatnya, kita lafazkan kembali dua kalimat syahadat, dengan sungguh sungguh, dan biar kan api yang berkobar kobar itu semakin menyala dan menjilati ambang batas kesabaran kita.

kami memang cinta damai, umat islam memang cinta damai! tetapi kami lebih cinta kepada kemerdekaan! sebagaiman tuhan mengutus muhammad ke dunia untuk memerdekakan umat manusia.

hari ini, mari kita kabar kan tuhan, sebuah kabar gembira! sebuah kabar yang akan menggetarkan singgasan langit dan tiang surga!

BAHWA HARI INI, KAMI BERIKRAR UNTUK BERJUANG SEBISA MUNGKIN, DENGAN SEGALA UPAYA, DAN KEMAMPUAN KAMI, UNTUK MELAWAN SEGALA BENTUK PENINDASAN DAN PENJAJAHAN DALAM BENTUK APA PUN , TERHADAP UMAT ISLAM DAN UMAT MANUSIA SEKALIAN! BAHWA KEADILAN BUKANLAH SEBUAH KADO CANTIK YANG BERIKAN BEGITU SAJA, TETAPI KEADILAN ADALAH SEBUAH MIMPI! MIMPI DI SIANG HARI! SEBUAH MIMPI YANG BISA KTA WUJUDKAN! MIMPI YANG BISA KITA HADIRKAN DALAM KEHIDUPAN NYATA!

dengan segala kerendahan hati kami, dan semua peri pedih yang ada di relung kalbu kami, atas nama derita dan sengsara kami, atas nama janji tuhan yang maha suci, kami menyatakan untuk terus hidup dan bertahan, sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap kekuatan yang ingin menghancurkan kami sebagai sebuah kesatuan keimanan!

"yaaa rabb.... yaa...allah..."

3 komentar:

melynsalam mengatakan...

hmm..

Anonim mengatakan...

jadi memilih jadi borju atau melawan? atau menjadi borju yang melawan? atau menjadi borju yang melawan dengan menulis? atau menjadi borju yang melawan dengan tidak menulis lagi? yang tidak baik adalah tetap yang pertama: menjadi borju; atau borju yang melawan tapi tidak menulis lagi karena sibuk melawan. yang ingin aku sarankan sebagai bekas borju sekurang-kurangnya adalah menjadi borju yang melawan dengan menulis.

menjadi borju adalah nasib buruk dimata para pelawan. menjadi pelawan dengan hanya mengandalkan toa dan retorika hanya akan menyisakan nostalgia pada hari tua setelah suara habis.

dari si merlot merah

Anonim mengatakan...

How did you come up with the name "Albatraous"? I am curious as this is the name have I used online for years. I have never come across anyone else using it.